Dia

Dia......
Dia yang ga perlu disebutkan namanya.
Dia yang masih saja sulit untuk dipalingi,dia seperti reffrain
lagu yang selalu terulang,dan terulang tapi sungguh tidak
membosankan.


Haaaaaaaaaahhhhhhh........apa kabar dia disana ???
Bahagiakah dia dengan pilihannya ??????
Entahlah..........
Tanpa warta walau selarik,,tanpa berita walau sedikit,
kadang masih ada rindu,kadang masih ada ingin bertemu,tapi
ga mungkin tega membuat dia harus berselisih paham dengan pemiliknya.



Pernah mencoba berpaling,pernah sejenak mampu berpaling,
tapi hanya sejenak,sejenak yang hanya kembali memupuk tebalnya
rindu.
Rindu yang sudah ga pantas,rindu yang semestinya mampu di enyahkan,
yang semestinya dapat dikekang.


Ada sesal,,,,,kenapa waktu itu harus meminta lebih,
dan sesal itu semakin menjadi,semakin membebani,dan seakan
jadi setumpuk puing pengubur.


Entah harus dengan apa menghaturkan maaf ???,maaf yang mungkin
sungguh ga pantas untuk di ucapkan.


Semoga......suatu kelak bsa menjejak lagi kota kecilnya,bertemu
dan lalu menatap teduh wajah,mendengar lagi renyah gelak tawa
,dan menyentuh halus telapak tangannya.



Mungkin naif......dan terlalu naif,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Please coment + kritik,ataupun sarannya,,,,,makasih.