Mungkin aku bukan pujangga
Yang kuasa rangkai sejuta makna
Sepertimu duhai pemilik syair penuh methaphora
Pun walau inginku semakin meraja.
Maafkan aku duhai perangkai jutaan kata
Bukan maksud acuhkan semua karya
Hanya saja……tak ingin aku terjebak oleh pesona
Dan lalu jadi bayangan hitam pada puisi hebatmu
Karena aku hanya dambai tarian penaku sendiri.
Mungkin aku bukan pujangga
Memang aku bukan pujangga
Sepertimu duhai pemberi segala inspirasi.
Secarik Surat Buat Sang Mantan
postingan'a: wcp_28 -
Demi bahagia
Untuk damai yang akan berimu peluk hangat
Buat rasa…..
Pada selantun bijak yang kan mungkin selimuti duniamu
Aku,rindu, dan kesepianku
Masih disini……
Tersudut…..
Terajam lelah pahami semua cerita.
Pun ada damba
Ada ingin suai paras teduhmu
Tetap coba ku bantai egoku,masih
Engkau…..
Yang hanya bisa jadi lintasan kenangan,
Hanya mampu ku suai dirapuh mimpi penghujung pagi
Cuma hadir dalam rindu nan sepi
Aaahhhhhh….
Entah hingga kapan siksa ini berpuisi dihela nafasku ???
Adakah engkau tahu duhai rinduku ???.
Untuk damai yang akan berimu peluk hangat
Buat rasa…..
Pada selantun bijak yang kan mungkin selimuti duniamu
Aku,rindu, dan kesepianku
Masih disini……
Tersudut…..
Terajam lelah pahami semua cerita.
Pun ada damba
Ada ingin suai paras teduhmu
Tetap coba ku bantai egoku,masih
Engkau…..
Yang hanya bisa jadi lintasan kenangan,
Hanya mampu ku suai dirapuh mimpi penghujung pagi
Cuma hadir dalam rindu nan sepi
Aaahhhhhh….
Entah hingga kapan siksa ini berpuisi dihela nafasku ???
Adakah engkau tahu duhai rinduku ???.
Cerita Tangis Dewi
postingan'a: wcp_28 - Sabtu, 17 Desember 2011
Lihatlah Sang langit murka
Tatapannya melelehkan tangis Dewi
Murka dengan sejuta makna
Entahlah apa…..?.
Rasakan……
Sang angin pun cemas berujung resah
Juga semakin gundah dia berharap,
Aahhhh…..entah apa dibenak langit meradang ???
Hardik membahana memecah sunyi,
Kibas cahaya patah terlonjak.
Lalu…….
Tangis Dewi membasahi bumi terpatri asa yang urung usai.
Tatapannya melelehkan tangis Dewi
Murka dengan sejuta makna
Entahlah apa…..?.
Rasakan……
Sang angin pun cemas berujung resah
Juga semakin gundah dia berharap,
Aahhhh…..entah apa dibenak langit meradang ???
Hardik membahana memecah sunyi,
Kibas cahaya patah terlonjak.
Lalu…….
Tangis Dewi membasahi bumi terpatri asa yang urung usai.
Langganan:
Postingan (Atom)

