Maaf (Permaisuri Hati)

Duhai wanita……..
Engkau pemilik raga,
Duhai perempuan tersanding ditiap hari hari berlari,
Tahukah kamu ???
Tahukah bila kau hanya ratu bagi raga dan nafsu ???


Maaf……
Sungguh maaf wahai perempuan,
Tak mampu aku jadikanmu permaisuri hati,
Cuma raga…..
Cuma itu milikmu selalu.

Memang

Tersakiti memang….
Selayak mentari hilang sinar,
Aku lusuh kerenamu…..

Berlusin purnama berlari
Sejalan mengering luka menganga,
Sebijak pagi….
Seharum wangi….
Sadar hati coba payungi hati.

Terluka memang pahami langkahmu usai,
Retak memang karena pamitmu pergi.

Wet

already wet .....,
chills ......., has
drizzle over ......
dust away,
dead!.