Mengecap Cahaya

Letih........
Berteman hanya andai kata,
Lambaikan tangan
Pada dekil ruang menepi.


Jenuh......
Menunggu garis garis nyata,
Memaksa diri.....berlari,
Menjemput nyata yang termimpi
Terlampau lama menepi,sudah.


Sebelum usia dibatas masa
Langkah haruslah ada,terbawa
Menuju titik menghilang
Seruang mengecap cahaya.

Tentang Tegar

Senukil cerita........
Tentang inti tegar diri.


Nyaris mati,
Sekarat........
Sepi......,merekapun telah mati,
Semakin rapuh tanpa terbebani.


Laksana lemah rerumputan
Menunggu mendung tangiskan hujan
Pun tetes tetes embun cukup berarti.


Seperti menanti esok pagi,
Menanti lantun.....syair mentari
Terangi hati,
Menyusur langkah,
Tuk satu era......ria.

Seperti Kekasihku

Engkau seperti kekasihku yang dulu
Sungguh hadirmu menyejukkan risau jiwaku
Begitu lekatnya perasaanku kini padamu
Hingga anganku kusandarkan padamu


Memang gerakmu, memang langkahmu
Mengingatkan aku pada dirinya yang telah berlalu
Ingin ku menyangkal, ingin ku membantah
Betapa pesona dirimu memikat erat jiwaku

Mungkin terbuai, mungkin aku terlena
Ada keinginan yang tak tentu arah
Engkau tercipta bukan untuk bersama
Biar...kunikmati kerinduan ini

Maafkan aku yang slalu teringat pada dirinya
Menggugah segala yang ada dalam kenanganku
Sedapatnya aku menepis keinginan itu
Kuharap engkau dapat memafkan aku

Apa yang terpancar dari lubuk hati
Tak dapat aku bantah, tak mampu kusingkirkan
Sesungguhnya aku sangat ingin melupakan
Ingin ku melupakan, ingin ku melupakan

Sei come la mia ragazza prima
La tua presenza e'a comportare ilmio cuore

nb: Padi-Seperti Kekasihku-Lain Dunia-1999