Yudhistira

Kita manusia,
Pewaris semesta
Pemilik rasa,karsa,dan cipta.


Kita manusia,
Begitu mudah menelan logika
Menghafal rumus rumus matematika
Mencerna tingkah alam
Mencakar langit menjejak bulan.

"ISTIMEWA"

Andai bisa,bintang gemintang mengeluh
Pada Tuhan.....,Sang Illahi
Mengapa hanya manusia ....?????
Pemilik rasa,karsa,dan cipta.


Namun terlampau sulit,
Manusia mengenal bijaksana
Dan agaknya......
Hanyalah Yudhistira,
Manusia penakhluk bijaksana.

Prihatin

Muak....!!!!!!.
Satu kata buat kamu.
Lakumu bikin mual isi perut,
Seperti aroma comberan di samping kamarku.

Berjuta cara coba kau tutupi busukmu,
Tapi sayang.......Sang Lalat lebih tahu.
Buka saja jilbabmu Nona !,
Tanggalkan saja....!,
Muak aku dengan dandananmu itu.....
Sok lugu !.

Percuma Nona........,
Kau sembunyikan rambutmu.
Ga' penting kamu berpura begitu,
Tanggalkan....!
Lalu simpan saja di lemari.
Daripada buatmu pengap setiap hari.

Percuma Nona......,percuma !!!!,
Aku ga' kan peduli caramu mimikri.
Tetap saja ga' bisa tumbuhkan simpati.

Kau tahu Nona.....????
Yang kau pakai,bukan selembar kain penyembunyi rambut.
Bukan sekedar penutup polahmu yang terus begitu.

Belajarlah dulu sana.......,
Berkaca dulu.
Jangan nodai jilbabmu....,
Dengan tingkahmu yang bikin malu.

Sudah........,
Lepas saja Nona,
Lepas........!,
Lalu simpan saja dalam lemari.

Kisah Pagi (Pucat)

Wajah pucat putih kertas pagi hari,
Cuma merah bola mata ada warna....
Kusut lusinan rambut makin kumalkan
Hela nafas pun kian sesak.



Jasad retak pagi hari,
Dihias selaksa beban terperi,
Aahhhh ingin mengeluh pada siapa ???
Mau bertanya malu pada Tuhan,,,.



Suratan takdir seperti putus layang dari benang,
Hilang terbawa dengus sepoi dingin pagi...
Jutaan do'a seakan tersangkut di gumpalan awan,
Berkodi-kodi harap entah kapan baru terjawab,,,.



Wajah pucat putih kertas di pagi hari,
Cuma merah bola mata penghias,,,
Kalut diri sekusut rambut kumal di kepala,
Buat harap tak lagi berharap,,
Lalu do'a terbias percuma......